02 sept 08, pagi yang tenang…

September 2, 2008 oleh goblog24

bisa ketemu lagi sama bulan ramadhan

makan perkedel bikinan t3h Indri buat saur, nikmaaaatt…!

subuh2 mandi pake air dingin bandung yg dingiiin menyegarkan, sesuatu yg hebat dan perlu dicatat dalam buku sejarah untuk orang yg tidak hobi mandi ini..

pagi yang tenaaaang dan sejuk..damaaii

angin sepoi-sepoi jam set 6 pagi dari jendela di atas fly over

Teh Indri yang mau berbaik hati membantu menyiapkan keperluan sayah + mengantar ke kantor….Kamsahamnidaa!!

mau jalan-jalan ke jakartaaa ahh..

waah aziii ngasih komentar di blog kurang penting inih…

tadi malam lihat salah satu contoh kekuasaan Tuhan,,,seorang wanita cantiiiiik sekalih berpacaran dengan pria ala kadarnya ( hmm ada yg punya kata kiasan yg halus buat “paraaaaahh bangtss” gak ?? ). Entah mengapa memercikan pencerahan untuk sayah…..iya bong lo juga bisa…..! lo bisa…!! lo bisaaaaa…!!! lo bisa aj bernasib malang kayak wanita itu kalo tidak berhati-hati memilih..

Layar monitor flat 17 inch di meja kantor sayah..!!

Menulis di blog yang tidak berkontribusi apa-apa pada peningkatan IQ inih..!

Steve Jobs bilang ini, kamu bilang apah?

Agustus 31, 2008 oleh goblog24

Berikut adalah petikan dari pidato yg disampaikan Steve Jobs didepan para mahasiswan / wati….buat sayah ini menginspirasi, mudah2an juga ada manfaat untuk temenwan / wati yg baca..

Steve Jobs (CEO of Apple Computer) Story
Terjemahan dalam bahasa Indonesia (dapat dari milis id-mac, diposting oleh Untung Wijaya)

Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.

Cerita pertama adalah mengenai menghubungkan titik-titik.
Saya putus kuliah dari Reed College setelah 6 bulan pertama, tapi saya tetap ada di kampus selama 18 bulan berikutnya sebelum saya benar-benar berhenti. Jadi kenapa saya keluar, Dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah seorang mahasiswi muda dan tidak menikah, ia memutuskan untuk menyerahkan saya untuk diadopsi. Ia sangat menginginkan agar saya diadopsi oleh lulusan universitas, jadi semuanya sudah diatur agar saya akan diadopsi pada
saat lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Hanya saja, saat saya lahir, mereka ternyata menginginkan seorang anak perempuan. Jadi orangtua angkat saya, yang masuk dalam daftar tunggu, menerima telepon di tengah malam yang menanyakan: “Kita ada satu bayi laki-laki, kalian mau” Mereka berkata, “Tentu saja.” Di kemudian hari ibu kandung saya menemukan bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya tidak pernah lulus SMA. Ibu kandung saya menolak menandatangani berkas akhir adopsi. Ia baru rela beberapa bulan kemudian ketika orangtua angkat saya berjanji bahwa saya akan kuliah suatu hari nanti.

Dan 17 tahun kemudian saya benar-benar masuk kuliah. Namun bodohnya saya memilih tempat kuliah yang nyaris sama mahalnya dengan Stanford, dan seluruh tabungan orang tua angkat saya habis untuk membiayai kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak dapat melihat arti kuliah ini.Saya tidak punya tujuan hidup dan tidak mengerti bagaimana kuliah dapat
menolong saya memiliki tujuan hidup. Sedangkan saya sudah menghabiskan semua uang orangtua saya yang telah mereka tabung seumur hidup. Jadi saya memutuskan untuk keluar dan percaya semuanya akan beres. Cukup menakutkan juga saat itu, tapi jika saya tengok kembali itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Begitu saya putus
kuliah saya dapat berhenti masuk kelas wajib yang tidak saya sukai, dan mulai masuk ke kelas yang tampaknya menarik.
Tidak selamanya romantis sih. Saya tidak punya kamar asrama, jadi saya tidur di lantai kamar teman saya, saya menukar botol coke di deposit 5 untuk membeli makanan, dan saya akan berjalan sejauh 7 mil melintasi kota setiap minggu malam untuk mendapatkan makan malam yang enak di
kuil Hare Krishna. Aku sangat menyukainya. Dan ternyata dengan menuruti rasa ingin tahu dan intuisi, saya memperoleh hal yang berharga di kemudian hari. Ini salah satu contohnya:

Reed College pada masa itu mungkin memiliki tulisan kaligrafi terbaik di negeri ini.Di semua poster kampus, semua label di setiap laci, ditulis tangan dengan kaligrafi yang indah. Karena saya sudah keluar dari kuliah dan tidak harus mengambil kelas tertentu, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk belajar caranya. Saya belajar tipe tulisan serif dan san serif, tentang memvariasikan jumlah jarak antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang membuat para tipografis hebat menjadi hebat. Itu adalah sesuatu yang indah, bersejarah, berseni, sedemikian rupa sehingga ilmu pengetahuan tidak
dapat menyamainya, dan menurut saya itu sungguh mengagumkan.
Tidak ada satupun yang sepertinya akan diterapkan dalam kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami merancang komputer Macintosh pertama, semuanya saya ingat kembali. Dan kami merancangnya di Mac. Itu adalah komputer pertama dengan tipografi yang indah. Jika saya tidak ikut kelas itu di kuliah, maka Mac tidak akan punya beragam tulisan atau huruf yang berjarak dengan proporsional. Dan karena Windows hanya meniru Mac, sepertinya tidak ada PC yang akan memiliki tipografi yang indah. Jika saja saya tidak pernah putus kuliah, saya tidak akan pernah belajar di kelas kaligrafi ini, dan komputer pribadi tidak akan
memiliki tipografi yang bagus seperti sekarang ini. Tentu saja tidak mungkin menghubungkan titik-titik itu ke masa depan saat saya masih di kampus. Tapi terlihat sangat, sangat jelas jika ditinjau sepuluh tahun kemudian. Sekali lagi, kita tidak dapat menghubungkan titik-titik di masa depan; kita hanya dapat menghubungkannya saat kita menengok ke belakang. Jadi kita harus percaya bahwa titik-titik itu suatu saat akan terhubung di masa mendatang. Kita harus percaya pada sesuatu – insting, takdir, kehidupan, karma, apalah. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, bahkan telah membuat semua perubahan dalam kehidupan saya.

Cerita kedua saya adalah mengenai cinta dan kehilangan.
Apakah saya beruntung Saya menemukan apa yang saya sangat suka lakukan dalam kehidupan lebih awal. Woz dan saya memulai Apple di garasi orangtua saya saat usia saya 20 tahun. Kami bekerja dengan keras, dan dalam 10 tahun Apple telah berkembang dari hanya kami berdua di garasi menjadi sebuah perusahaan senilai 2 milyar dollar dengan lebih dari
4000 pegawai. Kami baru saja meluncurkan karya terbaik kami – MacIntosh- setahun yang lalu, dan saya baru saja berusia 30. Kemudian saya dipecat. Bagaimana bisa kita dipecat dari perusahaan yang kita mulai. Hmm, seiring perkembangan Apple, kami mempekerjakan seseorang yang saya
pikir sangat berbakat untuk menjalankan perusahaan dengan saya, dan semuanya berjalan lancar di tahun-tahun pertama. Namun kemudian pandangan kami mengenai masa depan mulai berbeda dan akhirnya kami saling bertentangan. Dewan direksi memihak ia. Jadi pada usia 30 saya keluar. Dan itu sangat terbuka. Apa yang telah menjadi fokus kehidupan
saya telah hila ng, dan itu sangat menyakitkan.Saya benar-benar tak tahu apa yang harus dikerjakan selama beberapa
bulan. Saya merasa bahwa saya sudah mengecewakan generasi pengusaha sebelumnya – bahwa saya telah menjatuhkan tongkat yang telah diserahkan kepada saya. Saya bertemu DAvid Packard dan Bob Noyce dan mencoba meminta maaf karena telah mengacaukan segalanya. Saya merasa sangat gagal di hadapan masyarakat, dan saya bahkan berpikir untuk pergi dari
situ. Tapi sesuatu perlahan mulai terpikir. Saya masih mencintai apa yang telah saya lakukan. Kejadian di Apple tidak merubah sedikitpun.Saya telah ditolak, namun saya masih mencintainya. Jadi saya memutuskan untuk memulai lagi.

Saya tidak sadar saat itu, tapi ternyata dipecat dari Apple merupakan hal terbaik yang pernah terjadi dalam diri saya. Beban berat menjadi sukses digantikan dengan perasaan enteng menjadi orang baru lagi, menjadi kurang yakin mengenai apa saja. Hal ini membebaskan saya untuk
memasuki salah satu periode paling kreatif dalam kehidupan saya.

Selama lima tahun berikutnya, saya memulai sebuah perusahaan bernama NeXT, sebuah perusahaan lain bernama Pixar, dan jatuh cinta dengan seorang wanita luar biasa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar berlanjut dengan menciptakan film dengan fitur animasi komputer yang
pertama kali di dunia, Toy Storu, dan kini menjadi studio animasi paling sukses di dunia. Dalam salah satu peristiwa yang luar biasa,Apple membeli NeXT, saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kamikembangkan di NeXT menjadi jantung kehidupan Apple. Dan Laurene dan saya bersama-sama memiliki keluarga yang bahagia.

Saya cukup yakin bahwa hal ini tidak ada yang akan terjadi jika saya tidak dipecat dari Apple. Memang sebuah pil pahit buat saya, namun saya pilir memang ini diperlukan. Terkadang kehidupan memukul kita dengan sangat keras. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya
yang membuat saya terus bertahan adalah…………… saya mencintai apa yang saya lakukan. Kalian harus menemukan apa yang kalian cintai, dan satu-satunya cara untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa adalah mencintai apa yang kalian lakukan. Jika kalian belum menemukannya,teruslah mencari. Jangan menetap. Sama seperti semua hal mengenai hati,kalian akan tahu saat kalian menemukannya. Dan seperti hubungan yangindah, ini akan membaik seiring waktu.

Jadi teruslah mencari hingga kau temukan. Jangan menetap.

Cerita saya yang ketiga mengenai kematian.
Ketika saya berusia 17 tahun, saya membaca sebuah kalimat bijak yang bunyinya seperti ini, “Jika kau menjalani tiap hari dalam hidupnya seakan itu adalah hari terakhirnya, suatu akhir mungkin saja kau benar.” Ini sungguh mengesankan saya, dan sejak saat itu, selama 33
tahun terakhir, saya memandangi cermin setiap pagi dan bertanya pada diri sendiri, “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hiduku, apakah aku akan mau melakukan apa yang akan aku lakukan hari ini” Dan setiap kali jawabannya adalah “Tidak” terlalu lama selama beberapa hari, saya
tahu saya perlu mengubah sesuatu. Mengingat bahwa saya akan mati suatu saat adalah hal yang paling penting yang saya temukan untuk menolong saya membuat keputusan penting
dalam hidup. Karena hampir semuanya semua keinginan,semua kebanggaan, semua ketakutan akan malu atau kegagalan – akan menjadi tidak penting dibandingkan menghadapi kematian, sehingga hanya itu saja yang benar-benar penting. Mengingat bahwa kalian akan mati merupakan cara terbaik yang saya gunakan untuk menghindari perangkap pemikiran kalian
akan kehilangan sesuatu. Kalian sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak menuruti kata hati.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosa mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7.30 pagi, dan tampqk jelas sebuah tumor di pankreas saya. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter memberitahu saya bahwa hampir dipastikan ini jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan harapan hidup saya hanya enam bulan lagi. Dokter
saya menganjurkan saya pulang ke rumah dan membereskan urusan saya,sebenarnya ini isyarat dokter untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti mencoba memberitahu anak-anak kita semuanya yang kita pikir baru akan dikatakan 10 tahun mendatang dalam waktu hanya beberapa bulan kemudian. Ini berarti harus memastikan semuanya sudah beres sehingga sebisa mungkin meringankan keluarga. Ini berarti ucapan selamat tinggal. Saya hidup dengan diagnose itu sepanjang hari. Sore harinya saya menjalani biopsi, dimana mereka memasukkan sebuah endoskopi melalui tenggorokan, perut, usus, memasukkan jarum ke dalam pankreas, dan
mengambil beberapa sel dari tumor. Sewaktu itu saya dibius, namun istri saya, yang saat itu hadir, memberitahu saya bahwa ketika para dokter memeriksa sel-sel dengan mikroskop, mereka mulai berteriak karena ternyata sel-sel itu adalah jenis kanker pankreas yang cukup jarang dan dapat disembuhkan melalui operasi. Saya melalui operasi itu
dan baik-baik saja hingga saat ini.

Itu adalah saat terdekat saya menghadapi kematian, dan saya berharap hanya itulah hingga beberapa dekade mendatang. Karena sudah melalui tahapan ini, saya bisa lebih yakin mengatakan ini bahwa kematian adalah sebuah konsep yang berguna namun murni intelektual.

Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin ke surga tidak mau mencapainya dengan cara mati. Namun kematian adalah tujuan sama untuk kita semua. Tidak ada yang bisa menghindarinya. Dan seperti itu seharusnya karena Kematian mungkin merupakan satu-satunya penemuan terbaik dari Kehidupan. Itu adalah agen perubahan Kehidupan. Ia
memberikan jalan untuk yang baru dengan menyingkirkan yang lama. Kali ini yang baru adalah kalian, namun suatu hari tidak lama dari sekarang, kalian akan menjadi tua dan disingkirkan. Maaf jika ini terdengar terlalu dramatis, namun memang demikian.

Waktu kalian terbatas, jadi jangan habiskan dengan hidup dalam kehidupan orang lain. Jangan diperangkap oleh dogma, yaitu hidup dengan hasil daya pikir orang lain. Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati kalian. Dan yang terpenting, punyailah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisimu. Terkadang mereka sudah tahu kalian akan menjadi apa. Yang lainnya hanyalah sampingan. Ketika saya masih muda, ada sebuah terbitan luar biasa bernama Katalog
Seluruh Dunia, yang menjadi salah satu kitab suci generasi saya. Ini dikarang oleh seseorang bernama Stewart Brand tak jauh dari sini di Menlo Park, dan ia menghidupkannya dengan sentuhan puitisnya. Ini terbit akhir tahun ‘60-an, sebelum komputer pribadi dan penerbitan menggunakan desktop, jadi itu semua dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Seperti Google dalam bentuk buku 35 tahun sebelum

Google muncul: itu adalah hal idealis dan dilengkapi dengan alat bantu yang keren dan catatan yang bagus. Stewart dan timnya mengeluarkan beberapa edisi Katalog Seluruh Bumi,
dan ketika sudah beredar, mereka mengeluarkan edisi terakhir. Itu pertengahan tahun ‘70-an, dan saya seusia kalian. Di halaman belakang edisi terakhir mereka ada sebuah foto mengenai jalan perkampungan waktu
dini hari, jalan yang mungkin kalian akan ikuti jika kalian suka berpetualang. Di bawahnya ada kata-kata” :Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” Itu adalah pesan perpisahan mereka sebelum mereka pergi.Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh. Dan saya selalu berharap hal itu untuk saya sendiri. Dan sekarang, kalian sebagai lulusan baru, saya mengharapkan itu untuk kalian.Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh. (msgs frm xgt)

Mak Erot Kebahagiaan

Agustus 31, 2008 oleh goblog24

Mak Erot sudah meninggal..! sayah tahu dan rada menyesal belum pernah foto bareng dia. Tapi judul diatas hanya perumpamaan. ( pemberitahuan ini untuk para fans Mak Erot yg masih belum percaya dan menerima kepergian Mak Erot.. Ikhlasin aja yah, kita doakan mudah-mudahan apa yang dilakukannya didunia menjadi amal soleh dan pahalanya terus mengalir selama “karya-karyanya” digunakan untuk kebaikan. )

Selalu ada unsur mak erot dalam diri kita masing-masing..maksud sayah adalah kecenderungan untuk membesar-besarkan sesuatu, dari hal-hal remeh seperti pertanyaan yang anda ajukan pada diri sendiri “kenapa saya membuang waktu membaca-baca blog tidak berguna ini!” kesenangan-kesenangan sesaat seperti melinting-linting upil supaya terlihat lebih besar atau malahan kecenderungan membesarkan-besarkan sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yg positif seperti melinting upil sambil menyiapkan buka puasa untuk para dhuafa.

Tapi Mak Erot mendapat ilham atau mungkin pernah makan malam sama Mario Teguh sehingga akhirnya memilih untuk menggunakan keterampilan dan filosofi hidupnya secara tepat berdaya guna. Mungkin Mak Erot tidak akan laku dan legendaris seperti sekarang kalau dia memilih membuka praktek “Terapi Membesarkan Lubang Hidung, Terapi Membesarkan Pantat, Terapi Membesarkan Alat Vital ; Jantung, Terapi Membesar-besarkan Omongan atau Terapi Membesar-besarkan Masalah.”

Mak Erot menggunakan pilihannya untuk membesarkan sesuatu yang menjadi media kebahagiaan orang lain dan besar kemungkinan juga untuk kebahagiaan dia sendiri. Menurut analisis sayah..mungkin hobi Erot kecil adalah “melihat-lihat pemandangan” dan menolong orang, dan setelah besar akhirnya dia berhasil menggabungkan passion dan Kebahagiaan orang menjadi kebahagiaan dia sendiri.

Sudah empat paragraf dan sayah masih ngalor-ngidul gak jelas, sebelum kita membahas Mak Erot terlalu jauh dan karena sayah juga ingin menghindari konfrontasi langsung oleh pendukung fanatik Mak Erot yang konon mempunyai metode terbalik dari ilmu Mak Erot.

Kita langsung pada intinya, apa seeh yang pingin disampaikan bong??

Mak Erot unik, kamu juga unik, dia unik, acong sudah pasti unik, azizah selain kumisan dia juga banyak uniknya, sayah selain menawan mudah-mudahan juga unik, gak ada manusia yang sama kan? Tapi kenapa kita suka make standar atau ukuran orang untuk bahagia ??

Kalo sampe sekarang kita masih tidak merasa bahagia mungkinkah kita salah menerapkan standar kebahagiaan kita, terlalu banyak persyaratan pada diri, atau malah mensyaratkan sesuatu pada orang lain berubah supaya kita bisa bahagiaaa??

—-seperti mak erot yang salah buka praktek….hehe nyambung gak?—–

Sayah pribadi melihat kebahagiaan bukan satu akhir, tapi perjalanan sekaligus pilihan sayah pribadi…waktu sayah mensyaratkan ini itu, dia mesti begini begitu, negara mestinya lebih blablabla..serasa jadi nasabah bank yang punya rekening miliaran tapi banknya tidak liquid..punya uang tapi gak bisa dicairiiin…buat apaa?

Akhirnya sayah menyederhanakan defenisi dan jarak tempuh kebahagiaan sayah, karena sayah melihat kebahagiaan adalah perjalanan, selalu ada tingkatan kebahagiaan dari tiap jalan yang sayah tempuh sambil terus melaju pada kebahagiaan yang lain…karena kebahagiaan juga merupakan pilihan, maka sayah memilih untuk bertanggung jawab dengan menciptakan kebahagiaan sayah sendiri…karena kesenangan juga tidak sama dengan kebahagiaan, maka sayah kini lebih menghargai rempah-rempah kehidupan. Pada akhirnya karena kebahagiaan menjadi satu paket dengan rasa sukur, sayah sudah menghapalkan lirik lagu sukur karya Simanjuntak itu.

Karena itu sayah yakin kita semua punya potensi menjadi Mak Erot kebahagiaan, mengapa kita tidak membesarkan kebahagiaan-kebahagiaan kita sendiri?, mungkin bagi acong kebahagiaan adalah mendapatkan tiket vip seumur hidup game online, bagi a Opiq mendapatkan rumah baru walau masih ngontrak, istri yang sehat adalah kebahagiaan bagi Reybound, datangnya bulan puasa ini juga menjadi kebahagiaan bagi banyak orang, mengapa tidak kita menjadi Mak Erot kebahagiaan bagi diri sendiri, lingkungan dan orang-orang disekitar kita.

Karena sayah kurang intelek, maka sayah tidak merasa perlu meramu, mengukur, atau menamakan alasan-alasan kebahagiaan saya……singkatnya untuk alasan-alasan tidak bernama yang tidak sepenuhnya sayah pahami, sayah mencintai hidup. Itu saja, kebahagiaan dan yang lainnya menjadi eksponen turunan.

Sayah sendiri sedang belajar kesana, jadi, tolong ajari sayah juga yah dari pengalaman teman-teman yang terlanjur memubazirkan waktunya membaca blog ini…

Jadi apa ukuran kebahagiaan anda ?

Berhenti Menunggu…

Agustus 30, 2008 oleh goblog24

Karena hidup sayah dan hidup orang lain yang sekilas nampak besar dan ruwet pada dasarnya dibangun oleh hal-hal kecil, rentetan peristiwa-peristiwa nan mungil yang terjadinya tiap harinya, maka sayah memutuskan untuk berhenti menunggu. Berhenti menunggu hal-hal besar yang dapat membuat hidup sayah lebih semarak, dramatis, aduhai, mengejutkan, penuh adrenalin, penicilin, amoxilin atau pijaran kembang api dan penemuan seperti yang ada dalam novel, film dan cerita-cerita bohong orang…..

Sayah MEMUTUSKAN berhenti menunggu. Berhenti menunggu untuk harus turun 20 kg, berhenti menunggu punya uang banyak, berhenti menunggu dian sastro mendekati sayah, berhenti menunggu hujan turun, berhenti menunggu punya pacar, berhenti menunggu berumur 30 tahun supaya bisa #i#A#, berhenti menunggu disapa, berhenti menunggu sms, berhenti menunggu pemilu, berhenti menunggu keponakan saya besar, berhenti menunggu dicium dian sastro, berhenti menunggu buka puasa pake candil dan teh manis anget…hmm yg ini sepertinya masih harus ditungguin. Berhenti menunggu naik gaji, Berhenti menunggu tua, Berhenti menunggu dian sastro melamar saya.  Pokoknya, mayoritas daftar tunggu selama ini sudah sayah robek kecil-kecil. Tidak masuk akal buat sayah harus selalu menunggu untuk merayakan sesuatu setahun sekali, 3 bulan sekali, 100 tahun sekali..padahal banyak yang bisa dirayakan tiap hari, hehehe.sayah cuma sekedar numpang sebeeentar disini sebentar, sekelebat pikiran Tuhan, secuil nano upil mungil perjalanan umat manusia.

Sebaliknya sekarang sayah memilih untuk merayakan hal-hal “biasa” dalam hidup dan memacul-macul perkarangan sendiri supaya rumputnya bisa tumbuh lebih hijau, lebih ungu, lebih pink kebiru-biruan atau lebih hijau muda (..?? ) daripada rumput tetangga. Mungkin sayah juga akan mencoba rekaya genetika mandiri untuk menghasilkan bibit rumput unggul yang bisa berbuah mangga misalnya atau terong raksasa warna ungu gradasi pink kebiru-biruan campur hijau muda.

Mencacimaki angkot, melihat langit sore, mendengar celetukan para keponakan, celana dalam bapak sayah, menawar pantat Teh Indri yang mirip Adenium mahal, memprotes luaar biasa berantakannya Isma, melihat kelakuan ibu saya yang ajaib, filsafat Acong, teori manajemen donil, doa minta jodoh A Indra, The Rifindis, sembelit pagi hari, gaji yang kecill, keputusan-keputusan bodoh sayah, mobil butut, program diet yg tertunda bertahun-tahun…..huehuehhe buat sayah sekarang adalah panen potensial dan undangan perayaan setiap hari…

Entah rumput seperti apa yang sudi tumbuh di perkarangan macam ini, tapi sayah akan terus menggarap mereka dan memacul sepenuh hati, sepintar-pintarnya, seberat badan saya, sesekuat sisa gajian untuk internetan..Dan kalaupun rumput-rumput ini tidak tumbuh seperti yang diharapkan, sayah akan tetap merasa terhormat karena mendapatkan kesempatan menggarap rumput-rumput sayah sendiri.

Jadi, yuuukk gotong royong !

semuanya, Kang Tatang, Teh Yuyun, A Opiq, Pak Sukimiin, Mas Iwan, Mas Yogii, Papahnya Anas..!! ooiiyaa, ituu…Tante Eva Arnaz ikutan juga yuuk… angkat paculnya tinggi-tinggi (kecuali tante eva), kita garap perkarangan masing-masing, bekerja bakti untuk nantinya bisa bertukar hasil panen, buah dan segala macam sayuran dari perkarangan kita sendiri….apa yang nantinya akan tumbuh ??

…..mari kita cari tau…sekarang..!